MASA
↨
Dalam kehidupan datanglah kegelapan
di tengahnya terang dunia yang membuat sifat bermacam dan kegelapan akan selalu
mengikuti cahaya terang .
 |
|
dan akan melahirkan pemimpin yang bijak dari tenggah
masyarakat yang sempat terlupakan seorang keturunan yang lahir dari jaman
dahulu yang menyimbngkan kegelapan dan kebenaran cahaya sebagai penolong. Dia
bukan keturunan berdarah biru melainkan dari orang biasa tapi masih memiliki
keturunan pimimpin yang terdahulu sang legenda pada tahun yang sangat jauh berbeda
ia itu pada tahun masehi sebelum agama masuk kemanusia, lahir ditengah-tengah
masyarakat dan tidak disadari oleh siapapun. Lahir di perdesaan yang jauh dari
kota,Dia diberinama lang… sebagai tanda
kelahirannya semua terlihat terang dan semua menyambutnya tanpa disadari,
binatang hutan manusia dan segala yang ada didunia, dan kedatangan hujan
beserta petir yang berbeda suaranya tidak keras namun didengar seluruh muka
bumi, yang sebagaiman harimau yang mengapdi pada hukum rimba sebagai
keseimbangan dunia, dia juga memiliki kekuatan tersendiri yang belum bias
dikendalikan sebelum berumur 25 tahun dikedewasaannya, namun selalu di ikuti
pendahulunya. Segala isi alam sangat bersahabat dengannya tanpa ada yang mau
menyakitinya di alam, layaknya anak kecil biasa bermain dan di nafkahi oleh
kedua orang tuanya belajar dan disekolahkan seperti jamannnya sekarang dimana
anak harus diwajibkan belajar namun sangat berbeda dengan pendahulunya yang
hanya belajar memimpin dan berperang demi kesejahteraan masyarakatnya. Tapi dia
lahir dimana kemunafikan dunia telah berpadu di otak manusia, mengorbankan
segalanya demi kesenangan sendiri dan tak memedulikan orang lain, dimana
kejahatan tak terlihat langsung seperti menikam dan memenggal kepala manusia
tapi membunuh karakter dan menyengsarakan umat semasanya yang tak terkendali.Jaman yang disebut dengan peperangan
kegelapan bukan hanya dengan membunuh
secara langsung namun menyengsarakan manusia lebih kejam dari pada lansung
membunuh. Namun penyiksaan terus berlanjut, pemimpin yang hanya bias memimpin
satu ras, satu agama, satu suku itu bukan pemimpin sesungguhnya, yang
dilahirkan sebagai pemimpin ialah seorang tak mengenal perbedaan yang dia tau
adalah semua mahluk dan isi dunia memiliki hak sama terhadap kehidupan karma yang
dibuat manusia akan membuat kesengsaraan terhadapnya, hanya seorang pemimpin
yang mengerti dari hokum alam dan hokum yang dibuat manusia, pekerjaan yang
dilakukan manusia dengan merugikan alam akan merasakan hukuman dari alam,
seorang pemimpin mengetahui hokum sebagai penyeimbang dunia akan sangat lebih
berpengaruh dari pada hokum yang dibuat manusia, hutan dan binatang tak terlepas dari dunia dimana saat
mereka diresahkan karmanya berlaku, yang merugikan manusia akan juga
mendapatkan karmanya tersendiri.Kelahiran pemimpin ini telah terjadi
dimasa ini dia melihat dan belajar akan kesengsaraan itu berlanjut bagaimana
umat manusia merasakan hukuman dari alam yang ditempatinya dimana pemimpin
hanya bias memimpin sesamanya…

namun selalu bangga dengan dirinya yang sudah
bias memimpin walau hanya dari sebagian.Kedatangannya sangatlah mengusik
kegelapan dunia, saat dia mulai beranjak dewasa pemimpin-pemimpin yang baru
telah tiba untuk memulai kewajibannya sebagai pembelajarannya untuk kelak, dari
melihat pemimpin yang mulai memikirkan masyarakatnya bagaimanapun sekleompok
orang yang ingin menjatuhkan pemimpin itu namun masyarakat yang dilindunginya
dan yang telah diberikan haknya selalu menyayanginya dan mendoakannya, ini
membuat pemimpin menyadari pengorbanaan akan dirinya tak akan lekang terhadap
kemunafikan manusia. Sudut pandang yang sangat berbeda dengan manusia lain dan
bias berteman dengan siapapun tanpa terkecuali yang tak bias disadari manusia
biasa namun dia menyadarinya. Namun kehadirannya sangat sulit diterima oleh
manusia yang memang sudah tenggelam yang tak bias melihat kebenaran. Dimasa ini
alam memurkaan dirinya dan menghukum manusia yang ada akan dihancurkan dari
segala penjuru dan kemurkaan ini tak bias dilawan sebelum perdamain ini
diterima alam. Dimana hanya air mata pemimpin yang bias mendamaikan manusia
dengan alam sebagai tanda permintaan maaf dari seluruh manusia yang telah
merugikannya, san pemimpin mengetahui apa yang perlu dimusnahkan apa yang perlu
diperbaiki.
:)
BalasHapus