Senin, 24 April 2017

                                                     MASA

 ↨
Dalam kehidupan datanglah kegelapan di tengahnya terang dunia yang membuat sifat bermacam dan kegelapan akan selalu mengikuti cahaya terang .



 dan akan melahirkan pemimpin yang bijak dari tenggah masyarakat yang sempat terlupakan seorang keturunan yang lahir dari jaman dahulu yang menyimbngkan kegelapan dan kebenaran cahaya sebagai penolong. Dia bukan keturunan berdarah biru melainkan dari orang biasa tapi masih memiliki keturunan pimimpin yang terdahulu sang legenda pada tahun yang sangat jauh berbeda ia itu pada tahun masehi sebelum agama masuk kemanusia, lahir ditengah-tengah masyarakat dan tidak disadari oleh siapapun. Lahir di perdesaan yang jauh dari kota,Dia diberinama lang… sebagai tanda kelahirannya semua terlihat terang dan semua menyambutnya tanpa disadari, binatang hutan manusia dan segala yang ada didunia, dan kedatangan hujan beserta petir yang berbeda suaranya tidak keras namun didengar seluruh muka bumi, yang sebagaiman harimau yang mengapdi pada hukum rimba sebagai keseimbangan dunia, dia juga memiliki kekuatan tersendiri yang belum bias dikendalikan sebelum berumur 25 tahun dikedewasaannya, namun selalu di ikuti pendahulunya. Segala isi alam sangat bersahabat dengannya tanpa ada yang mau menyakitinya di alam, layaknya anak kecil biasa bermain dan di nafkahi oleh kedua orang tuanya belajar dan disekolahkan seperti jamannnya sekarang dimana anak harus diwajibkan belajar namun sangat berbeda dengan pendahulunya yang hanya belajar memimpin dan berperang demi kesejahteraan masyarakatnya. Tapi dia lahir dimana kemunafikan dunia telah berpadu di otak manusia, mengorbankan segalanya demi kesenangan sendiri dan tak memedulikan orang lain, dimana kejahatan tak terlihat langsung seperti menikam dan memenggal kepala manusia tapi membunuh karakter dan menyengsarakan umat semasanya yang tak terkendali.Jaman yang disebut dengan peperangan kegelapan bukan hanya  dengan membunuh secara langsung namun menyengsarakan manusia lebih kejam dari pada lansung membunuh. Namun penyiksaan terus berlanjut, pemimpin yang hanya bias memimpin satu ras, satu agama, satu suku itu bukan pemimpin sesungguhnya, yang dilahirkan sebagai pemimpin ialah seorang tak mengenal perbedaan yang dia tau adalah semua mahluk dan isi dunia memiliki hak sama terhadap kehidupan karma yang dibuat manusia akan membuat kesengsaraan terhadapnya, hanya seorang pemimpin yang mengerti dari hokum alam dan hokum yang dibuat manusia, pekerjaan yang dilakukan manusia dengan merugikan alam akan merasakan hukuman dari alam, seorang pemimpin mengetahui hokum sebagai penyeimbang dunia akan sangat lebih berpengaruh dari pada hokum yang dibuat manusia, hutan dan  binatang tak terlepas dari dunia dimana saat mereka diresahkan karmanya berlaku, yang merugikan manusia akan juga mendapatkan karmanya tersendiri.Kelahiran pemimpin ini telah terjadi dimasa ini dia melihat dan belajar akan kesengsaraan itu berlanjut bagaimana umat manusia merasakan hukuman dari alam yang ditempatinya dimana pemimpin hanya bias memimpin sesamanya… 

namun selalu bangga dengan dirinya yang sudah bias memimpin walau hanya dari sebagian.Kedatangannya sangatlah mengusik kegelapan dunia, saat dia mulai beranjak dewasa pemimpin-pemimpin yang baru telah tiba untuk memulai kewajibannya sebagai pembelajarannya untuk kelak, dari melihat pemimpin yang mulai memikirkan masyarakatnya bagaimanapun sekleompok orang yang ingin menjatuhkan pemimpin itu namun masyarakat yang dilindunginya dan yang telah diberikan haknya selalu menyayanginya dan mendoakannya, ini membuat pemimpin menyadari pengorbanaan akan dirinya tak akan lekang terhadap kemunafikan manusia. Sudut pandang yang sangat berbeda dengan manusia lain dan bias berteman dengan siapapun tanpa terkecuali yang tak bias disadari manusia biasa namun dia menyadarinya. Namun kehadirannya sangat sulit diterima oleh manusia yang memang sudah tenggelam yang tak bias melihat kebenaran. Dimasa ini alam memurkaan dirinya dan menghukum manusia yang ada akan dihancurkan dari segala penjuru dan kemurkaan ini tak bias dilawan sebelum perdamain ini diterima alam. Dimana hanya air mata pemimpin yang bias mendamaikan manusia dengan alam sebagai tanda permintaan maaf dari seluruh manusia yang telah merugikannya, san pemimpin mengetahui apa yang perlu dimusnahkan apa yang perlu diperbaiki.

1 komentar: